SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO TELAH MEMBUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN AJARAN 2021/2022

Kontak Kami


SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO

NPSN : 20301881

Jl.Perintis Kemerdekaan NO.6 Purwokerto 53141


smpmuh1pwt@yahoo.com

TLP : (0281) 637782


          

Pencarian

Gabriel dan Pelajaran tentang Body Shaming




 


"Gabriel! Hati-hati loncatnya! Nanti airnya keluar semua lho!"


HAHAHAHAHAHA seseorang menyambut teriakan itu dengan gelak tawa hebat.


Seruan itu tertuju pada Gabriel yang sedang berdiri di tepi kolam. Ia sedang bersiap untuk memasuki kolam.


Bagi mereka itu mungkin lucu. Tapi, tidak bagi Gabriel. Kalimat itu setajam silet yang mengiris hatinya, sakit karena terhina.


Yang diolok itu tampak tersenyum tipis sebelum berkata, "Aku gak bakal loncat kok. Aku turun lewat tangga aja."


Gabriel mempunyai tubuh yang lumayan tinggi, tapi semua orang bisa tahu ia memiliki masalah dalam berat badan. Dan, itu membuat sering diremehkan kawan-kawannya setiap kali berolahraga.


Hari ini, Gabriel dan teman-temannya sedang berada di salah satu tempat yang biasa menjadi tempat hang out remaja di kotanya, tak jauh dari rumahnya. Ia hanya perlu bersepeda tak sampai lima belas menit untuk sampai di sana. Di sana terdapat kolam renang, jadilah mereka berenang.


Seperti biasa, rasa sakit hati karena olokan dari teman-temannya selalu berhasil ia redam dengan diam.


***


"Hai, Dek. Gimana tadi mainnya? Kok mukanya kecut gitu?" Sapa bunda yang membukakan pintu untu Gabriel yang baru pulang.


"Bun, memangnya, salah, kalo Gabriel gendut? Toh, gak merugikan mereka juga?" adu Gabriel sambil memasang wajah cemberut.


"Memangnya kamu gendut?" sindir Anin, kakaknya.


"Mungkin!"


"Kenapa Adek tanya gitu?"


"Banyak yang olok-olok aku Bun. Kata mereka badanku mirip gajah, pipiku mirip squishy. Apa aku harus diet ya Bun? Kak?"


"Kamu yakin mau diet?" tanya Anin.


"Yakin gak yakin, sih. Cuma, aku capek aja denger orang-orang terus ngejek. Aku juga gak bisa gini terus."


Bunda dan kak Anin saling memandang sejenak.


"Ya... Bunda terserah kamu, sih. Yang penting Bunda gak mau denger kamu sakit gara-gara diet!"


"Oke Bun. Kak! Besok aku ikut lari pagi ya!" seru Gabriel


"Iya, tapi besok harus bangun pagi!"


"Oke, deh!" jawab Gabriel dengan penuh semangat.


***


Keesokan paginya, setelah salat subuh, Gabriel bergegas menyiapkan beberapa barang untuk lari pagi. Tak terlalu banyak barang yang ia bawa, hanya handuk kecil berwarna coral dan botol minum.


Setelah siap, ia bergegas ke depan rumah sedangkan Anin sudah menunggunya dari tadi. Mereka melakukan pemanasan sejenak sebelum mulai berlari, kata Anin agar tidak cidera.


Gabriel dan kak Anin hanya lari-lari di sekitar kompleks perumahan. Terhitung, sudah lima kali mereka lari mengelilingi kompleks.


Sejak saat itu pula, Gabriel berubah, ia rajin olahraga, senam, work out dan mengatur pola makannya.


Setelah beberapa bulan menjalani diet, ia berubah drastis! Tubuhnya lebih fit tak seperti dulu, berat badannya lebih ideal.


Besok, sekolah akan dimulai setelah libur kenaikan kelas. Ia akan menunjukkan 'Gabriel' yang baru.


Gabriel yang tak ingin lagi diolok seperti gajah.


Gabriel yang tak ingin lagi pipinya disebut seperti squishy.


Gabriel yang tak akan diam saja apabila ada temannya yang berkata buruk tentang bentuk tubuh.


***


"Ada siswa baru ya?" tanya salah seorang siswa.


"Bukan! Itu Gabriel!" jawab siswa yang lainnya.


Gabriel segera mengundang kehebohan di antara teman-teman sekolahnya.


Kini, Gabriel kewalahan menanggapai hujan pertanyaan dan pujian dari teman-temannya.


"Gabriel diet ya?"


"Wah, Gabriel versi lain."


"Keren banget Gabriel!"


"Tips diet nya, dong, Gabriel!"


"Gabriel berubah, keren!"


Gabrien yang tak bisa menaggapi satu-satu pertanyaan dan pujian yang membuat hiruk-pikuk lorong sekolah itu terus menampakkan barisan gigi putihnya dan wajah yang berseri.


***


 "Gabriel, aku minta maaf ya, dulu sering ngejek kamu," kata Vito dengan nada penuh penyesalan.


"Aku juga Gabriel, maaf ya kalo kamu sakit hati," timpal Felix.


Albert mengikuti. "Aku juga, maaf Gabriel."


Dan, disusul  permintaan maf oleh beberapa teman lainnya.


Gabriel memaafkan mereka. Ia memperingatkan mereka agar tidak mengejek bentuk tubuh seseorang.


 _________________________


 


Penulis                 : Devina Andhien H. Ia adalah pelajar aktif (kelas 9) SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto.


Editor                   : Mufti Wibowo


Ilustrasi                : hargano.com


 



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :

Pengirim : Utik Tisnowati Purwaningsih -  [utiktisnowatipurwaningsih@gmail.com]  Tanggal : 02/08/2021

Ayo terus semangat menulis , raih cita citamu


Pengirim : Diah -  [diah.pawit@yahoo.co.id]  Tanggal : 02/08/2021

Biar gendut yg penting sehat


Pengirim : Nurhidayah -  [nurhidayah7177@gmail.com]  Tanggal : 02/08/2021

Simple, keren



   Kembali ke Atas