SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO TELAH MEMBUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN AJARAN 2021/2022

Kontak Kami


SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO

NPSN : 20301881

Jl.Perintis Kemerdekaan NO.6 Purwokerto 53141


smpmuh1pwt@yahoo.com

TLP : (0281) 637782


          

Pencarian

Login member

Username:
Password :

Junk Food, Sebuah Kisah Persahabatan




Bel istirahat berbunyi. Seketika kantin ramai dipenuhi bocah-bocah haus dan lapar setelah berperang tugas-tugas dan soal ujian yang tak hanya menguras otak.


"Gra, mau minum apa?" tanya siswi berjaket putih yang juga sedang mengantre.


"Aku mau popi ice aja, yang stroberi ya!" jawabnya.


"Oke, kamu tunggu di sana, biar aku yang antre."


*


Setelah beberapa menit, Jinan keluar dari barisan atrean dan datang membawa popi ice, teh panas, seblak, dan bubur ayam.”


"Emang kamu gak takut maagmu kambuh? Kamu makan junk food terus dari kemarin, lho!" kata Jinan mengomentari kawannya dengan gaya seorang ibu kepada anaknya.


"Hari ini panas banget, popi ice ini penawarnya. Seblak yang pedas sekali, uhh.. Mantap!" tukas Gracia sembari mengacungkan jempol dan memamerkan barisan giginya lenar-lebar.


Untuk beberapa saar kedua bersahabat itu tenang dengan menu masing-masing. Gracia dengan popi ice dan seblaknya, sementara Jinan dengan teh panas dan bubur ayamnya.


*


Jarum jam menunjukkan pukul 06.54. Itu artinya guru mapel jam pertama akan masuk 6 menit lagi. Akan tetapi, belum tampak batang hidung Gracia di kelas. Gawat, pikir Jihan.


Perasaan lega menghampiri Jinan saat Gracia yang bersweater razzle memasuki kelas. Gracia beruntung beberapa detik lebih cepat dari Pak Guru. Dia takkan mendapat izin masuk kelas bila kedapatan terlambat oleh guru itu.


Setelah mengambil tempat didiknya, di samping Jihan. Jihan melihat ada yang berbeda dari gadis itu. Mukanya pucat. Beberapa kali Gracia terlihat meringis menahan sakir dengan satu tangannya memegangi perut.


"Kamu nggak apa-apa?"


"Entahlah, perutku nyeri dari tadi."


"Udah makan?"


"Udah."


"Mau kuantar ke UKS?"


"Jangan!"


"Ck! Memang kamu tadi sarapan apa?"


"Aku makan mie instan pedas. Tadi, aku telat bangun. Mama Papa lagi ke luar kota dari kemarin.


"Maagmu bisa kambuh. Apalagi perutmu masih kosong, langsung makan pedas, ini masih pagi Gracia!"


"Diam deh! Aku lagi kesakitan, kamu malah mengomeliku terus!"


Tiba-tiba, guru memasuki kelas. Kelas berisik, mendadak lengang. para siswa siswi berhamburan ke meja dan kursi masing-masing.


Gracia yang tidak bisa metahan lagi sakitnya menangis.


"Maagmu pasti kambuh."


"Yaudah, ayo kita ke UKS aja!"


Mereka pergi setelah mendapat izin dari guru.


*


Jihan menahan mual dan telapak tangannya berkeringan beberapa meter sebelum sampai UKS. Dia selalu tak menyukai ruangan serba putih, bau obat, hingga pemandangan alat-alat kesehatan. Tetapi, demi Gracia, ia kuat-kuatkan.


Jinan terpekur di kursi sembari menunggu Gracia sedang diperiksa. Sayup-sayup, Jihan masih mendengar tangis Garcia yang sudah tak semengkhawatirkan sebelumnya. Jihan berharap sahabatnya, si Keras Kelapa Garcia, agar segera pulih. Dan, yang terpenting ia mau menghentikan kebisaan buruknya berkarib dengan si junk food nakal itu.


 


 


Penulis  : Devina Andhien Haryuningtyas; ia tercatat sebagai pelajar kelas 8  SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto.


Editor    : Mufti Wibowo


Ilustrasi : berita9.net



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :

Pengirim : Rafi ibrahim reza firdaus -  [rafifirdaus571@gmail.com]  Tanggal : 03/05/2021

Saya sedang puasa jadi lapar dan haus jadi pikiran saya kosong maaf .


Pengirim : Sri Rahayuningsih -  [srahayuningsih278@gmail.com]  Tanggal : 03/05/2021

bagus, Alhamdulillah lanjutkan



   Kembali ke Atas