SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO TELAH MEMBUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN AJARAN 2021/2022

Kontak Kami


SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO

NPSN : 20301881

Jl.Perintis Kemerdekaan NO.6 Purwokerto 53141


smpmuh1pwt@yahoo.com

TLP : (0281) 637782


          

Pencarian

Login member

Username:
Password :

Nasihat Bunda; Talitha Nava Martina




ilustrasi: bhayangkari.or.id


 


Langit pagi itu biru jernih. Taman yang hijau di halaman rumah Diana disiram cahaya keemasan, begitu indah. Dari pintu dan jendela yang terbuka sayup-sayup terdengar perbincangan Diana dan bundanya.


"Bunda, Diana berangkat dulu ya!"


"Iya,hati-hati Sayang! Ingat ya, jangan jajan es dulu. Nanti batuknya kambuh lagi," Bunda mengingatkan.


"Sip!" kata Diana sambil mencium tangan bunda.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam.." jawab Bunda


"Daah" Diana melambaikan tangannya, dibalas dengan lambaian tangan Bunda.


Bunda mengantarnya sampai pintu pagar. Diana diantar ke sekolah oleh ayah dengan mengendarai motor.


 


Jarum jam sudah menunjukan pukul sepuluh pagi. Diana bersama Seira, pergi ke kantin. Aneka macam makanan tersedia di sana. Diana membeli beberapa kue. Seira membeli es krim kesukaannya.


Hmm... Diana ingin sekali mencicipi es, pasti enak. Tapi ia teringat pesan Bunda, tidak boleh beli es dulu. Tapi, sekarang kan sudah tidak batuk, jadi boleh dong beli es.


Diana membeli satu es krim. Rasanya dingin. Segerr.


"Lho Diana... kok beli es. Katanya masih batuk," tegur Seira.


"Sudah sembuh kok, tadi pagi sudah tidak batuk lagi," jawab Diana sembari asyik menikmati es krimnya.


"Hati-hati lho nanti batuknya kambuh," Seira mencobamengingatkan


"Jangan gitu dong Seira, doakan aku biar tidak batuk lagi," ucap Diana merajuk.


Diana menghabiskan es yang dibelinya. Dia merasa bahagia bisa menikmati kembali es Krim kesukaannya.


 


Uhuk uhukk! Diana memegang lehernya. Batuk Diana kambuh lagi. Matanya sampai merah dan berair. Batuknya tidak mau berhenti, napasnya pun terasa sesak.


"Kenapa Diana? Batuk lagi, ya?" Bunda menghampiri Diana.


"Iya Bunda.” Uhuk! Uhuk!


"Lho, tadi pagi kan sudah nggak batuk?" Bunda menggosok-gosok punggung Alya untuk menedakan sesaknya.


"Tadi Diana makan es ya?" Bunda menyelidik.


"Cuma sedikit, Bunda."


"Sedikit itu, seberapa?" tanya Bunda


Diana tidak menjawab. la merasa malu, karena tidak menuruti nasihat bundanya. Andaikan tadi Diana tidak makan es, batuknya tentu tidak akan kambuh legi.


"Maafkan Diana, Bunda." Diana memeluk Bunda.


"Diana janji tidak akan mengulanginya lagi"


"Betul?


"Insya Allah, Bunda. Diana kapok." Diana meyakinkan.


Bunda tersenyum. "Bunda menasihatimu karena Bunda sayang banget sama Diana. Bunda sedih kalau melihat Diana batuk."


"Maafkan Diana, Bunda."


Diana memeluk Bunda makin erat.(*)


 


 


Tentang penulis:


Talitha Nava Martina. selain menulis, ia juga memiliki hobi menggambar. Saat  ini, Ia tercatat sebagai pelajar aktif SMP Muhmmadiyah 1 Purwokerto.


 


Editor: Mufti Wibowo



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :

Pengirim : Diah -  [diahpawitrasari3@gmail.com]  Tanggal : 26/10/2020

Ko ok ada nama Alya dipercakapan dg bunda bagian akhir..benar kah?


Pengirim : Nur khasbi -  [hasbi070482@gmail.com]  Tanggal : 26/10/2020

Lanjutkan menulis dan terus berkarya



   Kembali ke Atas