SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO TELAH MEMBUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN AJARAN 2021/2022

Kontak Kami


SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO

NPSN : 20301881

Jl.Perintis Kemerdekaan NO.6 Purwokerto 53141


smpmuh1pwt@yahoo.com

TLP : (0281) 637782


          

Pencarian

Selamat Jalan; Puisi Drs. Bayu Santosa

Selamat Jalan*   Perumpamaan hari, pagi belum lagi menjadi siang Namun engkau sudah dipanggil pulang Tak dinyana, Alloh memanggilmu melalui sakit itu   Untaian do’a kami, saudara keluarga besarmu Semoga menemani keheningan tidur panjangmu   Keabadian bukan milik kita ada saatnya kita datang sebelum saatnya kita harus pulang   Selamat jalan...

Pesan Pendidikan dari Muhammadiyah

Bertempat di Masjid A.R. Fachruddin, SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto, Dr. Ibnu Hasan, M. Si Menjadi pembicara dalam in house training bagi guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto. Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu, 18 September 2021 tersebut menerapkan protokol kesehatan.      Adapun topik yang diangkat oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah tersebut adalah hakikat, visi, dan...

Reportase Warga Net SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto

Siswa kelas 8 SMP Muhammdiyah 1 Purwokerto mendapat tugas dari guru mepel bahasa Indonesia mereka untuk menuliskan laporan peristiwa yang terjadi di sekitar tempat tinggal masing-masing. Tugas tersebut diberikan sebelum mempelajari teks berita sehingga belum disusun berdasarkan kaidah struktur dan ciri kebahsaan yang lazim. Mari kita simak laporan peristiwa yang mengangkat topik pan...

Gabriel dan Pelajaran tentang Body Shaming

  "Gabriel! Hati-hati loncatnya! Nanti airnya keluar semua lho!" HAHAHAHAHAHA seseorang menyambut teriakan itu dengan gelak tawa hebat. Seruan itu tertuju pada Gabriel yang sedang berdiri di tepi kolam. Ia sedang bersiap untuk memasuki kolam. Bagi mereka itu mungkin lucu. Tapi, tidak bagi Gabriel. Kalimat itu setajam silet yang mengiris hatinya, sakit karena terhina. Yan...

Website Sekolah sebagai Sumber Belajar

Hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 memberi gambaran masalah pendidikan Indonesia. Dalam kategori kemampuan membaca, sains, dan matematika, skor Indonesia di urutan ke-74 dari 79 negara. PISA merupakan program tiga tahunan yang digagas oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) untuk mengukur kompeten...

Catatan Pengantar Tidur

  Sebagai orang yang kerap dilanda kesulitan tidur, saya punya cara jitu memanggil rasa kantuk, membaca. Jika tidur orang berpuasa saja dapat bernilai ibadah, bagaimana dengan aktivitas membaca yang disebut-sebut sebagai perintah pertama—dalam tradisi keilmuan Islam. Tentu, dalam konteks ini, membaca yang bermakna secara spiritual telah mengalami pergeseran secara pragmatis—bahkan...

Junk Food, Sebuah Kisah Persahabatan

Bel istirahat berbunyi. Seketika kantin ramai dipenuhi bocah-bocah haus dan lapar setelah berperang tugas-tugas dan soal ujian yang tak hanya menguras otak. "Gra, mau minum apa?" tanya siswi berjaket putih yang juga sedang mengantre. "Aku mau popi ice aja, yang stroberi ya!" jawabnya. "Oke, kamu tunggu di sana, biar aku yang antre." * Setelah beberapa menit, Jinan keluar dari barisan atrean dan...

Memaknai Kebhinnekaan Indonesia

Arti bhinneka bagi bangsa Indonesia dapat dipadankan dengan kata multikultural, plural, ataupun majemuk. Haruslah dipahami, kemajemukan bangsa tercipta karena beberapa alasan, antara lain, pertama, karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Dengan kondisi itu, sangat dimungkinkan cara berkehidupan masyarakat disetiap daerah bervariasi menyesuaikan lingkungan.      Kedua, letak In...

Cerita-cerita Seru dan Asyik Menjalani Puasa

Ramadan selalu menjadi momen yang ditunggu muslim di seluruh dunia. Selain ritual maghdah, Ramadan juga identik dengan tradisi yang khas pada setiap tempat sesuai dengan latar kebudayaannya. Seperti di Indonesia, kita mengenal tradisi membangunkan sahur, tradisi kuliner, tradisi bermain petasan, dan sebagainya. Pekan ini, kawan-kawan dari kelas 7 SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto akan berbagi pen...

Rahasia Kakek Kelapa

  Di Desa Kelir, tinggallah seorang kakek dengan seorang cucu perempuannya yang benama Aurora. Rumah mereka terletak di ujung kampung yang berbatasan langsung dengan Bukit Kelir. Seakan rumah mereka menjadi pemisah antara perkampungan dan Bukit Kelir. Di belakang rumah Aurora dan kakeknya terdapat kebun yang cukup luas. Di kebun itu tinggal kakek kelapa, paman bambu, bibi pisan...