SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO TELAH MEMBUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN AJARAN 2021/2022

Kontak Kami


SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO

NPSN : 20301881

Jl.Perintis Kemerdekaan NO.6 Purwokerto 53141


smpmuh1pwt@yahoo.com

TLP : (0281) 637782


          

Pencarian

Login member

Username:
Password :

#JS182




     Secangkir matcha hangat bisa menjadi satu pilihan Terbaik memulai pagi yang dingin dengan sisa-sisa gerimis tadi malam, pada hari-hari puncak musim hujan. Pagi yang beku mejadi alasan jitu bagi para pemalas untuk turun dari ranjang. Itu alasan yang lebih dari cukup untuk terus bergelung di balik selimut yang tebal. Akan tetapi, tak sedikit dari mereka yang bisa mengalahkan virus malas yang dikirim iblis dari kerak neraka. Ya, Mereka adalah anak-anak yang menandai paginya dengan kegiatan yang produktif. Kalian berada dibarisan yang mana, Kawan?

     Sebelum telanjur memulai cerita pada bulan Januari ini, aku tak ingin melewatkan menanyakan kabar kalian. Bagaimana kabar kalian hari ini?

     Aku berharap dan selalu mendoakan kalian sehat selalu. Untuk yang sedang sakit, aku doakan semoga lekas sembuh.

     Kali ini aku ingin bercerita mengenai tragedi jatuhnya pesawat JS 182 yang terjadi baru baru ini. Cerita ini dimulai, suatu malam, sebelum aku tidur. Salah seorang temanku mengirimkan sebuah foto. Foto yang menampakkan dengan jelas sebuah pesawat dengan keterangan “#JS182”.

     Sejauh itu, foto itu belum memberikan informasi yang cukup padaku. Tak lama kemudian, kawanku itu mengirimku pesan berisi pertanyaan yang semakin memancing rasa penasaranku, “Hey, ada berita panas! Apa kamu tahu tentang sebuah pesawat yang jatuh?”

     Tentu saja aku menjawab, “Tidak.” Tapi pembicaan malam itu berakhir sebelum rasa penasaranku terbayarkan sebab keburu dikuasai kantuk.

     Keesokan paginya, tak ada aneh. Matahari tetap muncul lagi dari ufuk timur, suara burung peliharaan ayahku berkicau dengan merdu. Berkas-berkas cahaya keemasan menyusup lewat celah-celah ventilasi. Setelah membuka mata dan menguceknya tiga kali, aku memastikan terbangun di tempat yang masih sama dengan tempat di mana aku tidur semalam, bukan di alam kubur, tanganku dengan otomatis mengambil ponsel. (Haha…ini salah satu kebiasaan buruk yang kumiliki…jangan di tiru ya teman teman).

 

Saat membuka aplikasi di gawai, lini masanya penuh sesak dengan berita kecelakaan pesawat. Padahal sudah scroll…scroll…scroll... sampai jari-jari pegal. Rasa penasaran semalam kini berpangkat, bertampah berkali-kali lipat.

     Ahirnya, aku memutuskan untuk mencari tahu tentang berita itu melalui tagar berwarna biru: #JS182. Dengan kata kunci itu, aku menemukan begitu banyak informasi yang kemudian tanpa babibu kubaca.

     Hampir sejam kemudian aku baru bisa menyimpulkan mengenai latar belakang munculnya tagar: #JS182. Dari belasan artikel yang kubaca, beberapa di antaranya kemudian dinyatakan sebagai berita hoax. Konon, berita hoax adalah berita yang bisa menyesatkan orang karena sumber dan data yang tidak valid.

     Untuk itu, kawan-kawan, kita mesti berhati-hati, selektif saat menerima informasi. Tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi tanpa sebelumnya mengecek kebenaran berita itu.

     Setelah merasa cukup informasi, aku beralih ke aplikasi lain. Sungguh tidak berperi kemanusiaan, aku menemukan beberapa orang yang mengabaikan rasa empati dan simpati memanfaatkan berita musibah itu sebagai konten hiburan yang hanya bertujuan mengejar keuntungan material, popularitas di dunia maya.

     Dari peristiwa itu, kita bias belajar untuk selalu menjunjung tinggi etika dan moral dalam dunia nyata maupun dunia maya. Tidak ada yang salah dengan keinginan kita menambah jumlah viewers dan like, tapi kita mesti memperhatikan agar apa yang kita lakukan tidak melanggar batas norma dan etika, apalagi sampai merugikan pihak lain, baik secara materiil maupun imateriil.

      Tugas kita sebagai manusia adalah berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin sebab karena kita tidak tahu kapan datang panggilan dari-Nya untuk menghadapi masa penghitungan: lebih berat amal baik atau amal yang jelek. Dengan apa? Belajar. Bagaimana caranya? Bacalah dengan menyebut nama Tuhan Yang Mahamencipta.

 

Karya : Farah Maulannisa & Talitha Nava Martina

Editor : Mufti Wibowo




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :

Pengirim : Sri Rahayuningsih -  [srahayuningsih@gmail.com]  Tanggal : 14/01/2021
Komen apalagi ya, gak pinter review. Yang jelas anak2 kita yg lvh pinter menuangkan isi hati ke dalam bentuk narasi, patut di co ntoh teman2 yang lain. Dari peristiwa jatuhnya pesawat yg byk.menelan korban, jd utk kt bs berinstropeksi diri bahwa kematian itu bs dtg kpn sj n di mn sj, di sisi lain sdg pd waspada n takut sama C.19, tiba2 ada berita duka lagi dg korban n cara yang berbeda. Wallohu a"lam bissawab.
Selamat


   Kembali ke Atas