• PPDB

SELAMAT MENEMPUH PENILAIAN TENGAH SEMESTER

Kontak Kami


SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO

NPSN : 20301881

Jl.Perintis Kemerdekaan NO.6 Purwokerto 53141


smpmuh1pwt@yahoo.com

TLP : (0281) 637782


          

Pencarian

Login member

Username:
Password :

Untuk Apa Masa Mudamu?




Podcast mingguan SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto edisi September minggu pertama (1/9/2020) menghadirkan seorang tokoh pendakwah sekaligus kepala sekolah SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, Imam Suyanto, S.Ag.


Tema obrolan yang diangkat adalah sesuatu dekat dan lekat dengan kehidupan remaja. Siaran ini sedikktnya bisa menarik puluhan audience secara langsung. Lebih menggembirakan lagi, lebih dari 250 akun Instagram menyaksikan tayangan ulangnya.


Imam Suyanto menyentil sebuah adagium jalanan yang kerap menjadi bahan candaan di tempat-tempat kongkow dari kelas kafe hingga angkringan, yaitu “kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga.” Menurut pria yang juga pandai mendalang ini, candaan semacam itu memuat nilai rasa atau konotasi negatif. Pasalnya, berpotensi membengkokkan akal sehat. Menurutnya, kalimat tersebut mesti diluruskan menjadi “kecil dimanja, muda hijrah dan berjuang, tua istiqomah dan kaya raya, mati masuk surga”.


Narasumber sesungguhnya mengingatkan kita, utamanya generasi muda, bahwa kehidupan dunia hanyalan fana (baca: singkat). Karena kerelatifan itu, seorang muslim sudah semestinya memanfaatkan umurnya dengan amal salih.  Amal salih itulah bibit tanaman yang disemai pada masa muda. Dan kelak, dituai buahnya di masa tua. Atau dalam akkdah, lebih jauh, panennya di akhirat.


“Anak muda (hari ini) adalah orang tua di masa depan. Jangan isi hidup dengan sesuatu yang sia-sia,” tutur Imam Suyanto.


Untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan positif di kalangan remaja, baik pola pikir maupun tingkah laku, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, seperti orang tua, guru, lingkungan sekolah, lingkungan pergaulan, dan masyarakat. Hal tersebut penting diperhatikan karena karakter (personal maupun imlersonal) terbentuk.


Rasanya statment Imam Suyanto berimpitan dan senada dengan pepatah lama yang berbunyi "jika kita ingin menilai (kualitas moral) seseorang, lihatlah dengan siapa dia bergaul". Tentu saja kita lebih suka berkawan dengan penjual minyak wangi daripada tukang pandai bukan? Kita lebih suka wangi alih-alih terkena percik api dari tungku yang pasti panas dan membakar.


 


Penulis: Dhimas Wahyu Pradana


Editor: Mufti Wibowo



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :

Pengirim : Azas Toifudin -  [azas.ens@gmail.com]  Tanggal : 03/09/2020

Masyaa Alloh, semoga kita semua bisa mengamalkan ilmu tersebut, dan bisa memberikan contoh untuk anak didik dari SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto


Pengirim : Sri Rahayuningsih -  [srirahayuningsih864@yahoo.com]  Tanggal : 03/09/2020

Unruk apa masa mudamu, sangat mengharukan menjadikan menginvatkan diri saya sendiri. Bagaiman dulu memanfaatkan masa mudanya.... Bismillah



   Kembali ke Atas