• PPDB

SELAMAT MENEMPUH PENILAIAN TENGAH SEMESTER

Kontak Kami


SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO

NPSN : 20301881

Jl.Perintis Kemerdekaan NO.6 Purwokerto 53141


smpmuh1pwt@yahoo.com

TLP : (0281) 637782


          

Pencarian

Login member

Username:
Password :

Syukur Sebagai Jalan Mencapai Kebahagiaan Hidup




Allah SWT berfirman

وَإِذَا مَسَّ ٱلنَّاسَ ضُرّٞ دَعَوۡاْ رَبَّهُم مُّنِيبِينَ إِلَيۡهِ ثُمَّ إِذَآ أَذَاقَهُم مِّنۡهُ رَحۡمَةً إِذَا فَرِيقٞ مِّنۡهُم بِرَبِّهِمۡ يُشۡرِكُونَ ٣٣ لِيَكۡفُرُواْ بِمَآ ءَاتَيۡنَٰهُمۡۚ فَتَمَتَّعُواْ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ ٣٤ أَمۡ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ سُلۡطَٰنٗا فَهُوَ يَتَكَلَّمُ بِمَا كَانُواْ بِهِۦ يُشۡرِكُونَ ٣٥ وَإِذَآ أَذَقۡنَا ٱلنَّاسَ رَحۡمَةٗ فَرِحُواْ بِهَاۖ وَإِن تُصِبۡهُمۡ سَيِّئَةُۢ بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيهِمۡ إِذَا هُمۡ يَقۡنَطُونَ ٣٦

 

“Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali bertaubat kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat  daripada-Nya (lepas dari bahaya) tiba-tiba sebagian dari mereka mempersekutukan Tuhannya,sehingga mereka mengingkari akan rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka. Maka bersenang-senanglah kamu Sekalian, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu)

atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, lalu keterangan itu menunjukkan (kebenaran) apa yang mereka selalu mempersekutukan dengan Tuhan?  dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa “.       (QS.Ar-Rum : 33-36)

Setiap hamba pasti menginginkan suatu kebahagiaan, ketenangan dan  kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat. Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya yang berjudul  Tazkiyatul Nafs menyebutkan, bahwa indikasi kebahagiaan seorang hamba itu teridentifikasi dengan tiga idikator. Pertama,  Al Qur’an memberikan penjelasan sebagaimana termuat dalam surat Ibrahim : 7

  وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ ٧

“ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih "

Luqman, 12 Allah SWT berfirman

  وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا لُقۡمَٰنَ ٱلۡحِكۡمَةَ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِلَّهِۚ وَمَن يَشۡكُرۡ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٞ ١٢

“Dan Sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, Yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji

 

Allah SWT telah mengingatkan bagaimana keadaan penduduk yang telah mengingkari nikmat Allah Seperti dikisahkan dalam surat Saba’ dimana pada awalnya kaum Saba’ sering mengalami kekeringan yang berakibat pada suatu kemiskinan, kemudian mereka  membuat bendungan besar yang bernama Bendungan Maghrib sehingga negeri mereka mencapai kemakmuran serta kemewahan, akan tetapi kemakmuran tersebut menjadikan kaum Saba’ lupa dan ingkar kepada Allah Swt, yang telah melimpahkan ni’mat kepada mereka serta mereka mengingkari seruan para rasul untuk selalu beriman dan bertakwa.

Karena kaum Saba’  senang berbuat maksiat, kejahatan merajalela, dan bentuk keingkaran lainya,  Allah SWT menimpakan kepada mereka azab berupa “ Sailul ‘Arim “ (banjir yang besar) yang ditimbulkan bobolnya bendungan Maghrib

Akhirnya negeri Saba’ menjadi kering dan kerajaanpun menjadi hancur dan tidak ada kehidupan .

فَأَعۡرَضُواْ فَأَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ سَيۡلَ ٱلۡعَرِمِ وَبَدَّلۡنَٰهُم بِجَنَّتَيۡهِمۡ جَنَّتَيۡنِ ذَوَاتَيۡ أُكُلٍ خَمۡطٖ وَأَثۡلٖ وَشَيۡءٖ مِّن سِدۡرٖ قَلِيلٖ ١٦  ذَٰلِكَ جَزَيۡنَٰهُم بِمَا كَفَرُواْۖ وَهَلۡ نُجَٰزِيٓ إِلَّا ٱلۡكَفُورَ ١٧

“Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar; yakni runtuhnya bendungan maghrib “ dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr (semacam pohon yang tidak akan bisa berbuah, walaupun berbuah tapi rasanya pahit)

“Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir “ (QS. Saba’ : 16-17)

 Oleh karena itu bersyukur atas nikmat Allah SWT merupakan suatu kewajiban bagi setiap insan yang beriman agar terjauhkan dari adzab Allah SWT. semakin banyak bersyukur semakin pula rahmat Allah SWT akan turun kepada kehidupan didunia ini. Allah SWT berfirman :

  وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٩٦

“Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya “. (QS.Al-A’raf : 96)

Syukur mencakup tiga perkara, Pertama mengakui didalam hati bahwa segala nikmat yang diterima adalah mutlak pemberian Allah. Dan  kita akan terbebas dari sikap takabur. Kedua, Menyebutkan secara dhahir (Lisan) dengan selalu mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah. Ketiga, menunjukan dengan amal nyata dengan  menyadari bahwa segala kenikmatan yang kita terima adalah pemberian Allah SWT.

Kemauan dan kesadaran kita akan besarnya nikmat pemberian Allah harus kita  berbagi kepada orang lain. Sebagian rizki kita usahakan untuk dimanfaatkan sesuai dengan keridlaan-Nya, kita manfaatkan anugerah tersebut di jalan Allah.

 وَأَمَّا بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثۡ ١١

 “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan ( bagikan sebagian kepada orang lain “. (QS. Ad-Dhuha : 11)

 Demikian, semoga kita menjadi pribadi dan bangsa yang pandai bersyukur.

 ------

disusun oleh Ustaz Badlul Rifa’i, S.Ag

(Guru PAI SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto)

 



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas