• gambar
  • gambar

SELAMAT DATANG DI WEBSITE SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO---SEKOLAH BERWAWASAN INFORMASI, TEKNOLOGI, DAN SENI---TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Kontak Kami


SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO

NPSN : 20301881

Jl.Perintis Kemerdekaan NO.6 Purwokerto 53141


smpmuh1pwt@yahoo.com

TLP : (0281) 637782


          

Prestasi Siswa


Robotika

Kejuaraan di Cilacap



:: Selengkapnya

Login member

Username:
Password :

Status Member

Lili; cerpen Ghina Sultan




image: pinterest.com 

 

 

Namaku Sarah Karine Calista, tapi orang-orang dekat yang menyayangiku biasa memanggilku Lili. Aku tak pernah berniat tahu asal-usul nama panggilanku itu. Buatku panggilanku yang sama dengan nama bunga itu cukup enak didengar dan diucapkan.

 Sebagai anak sekolahan, yang masih kelas 9 SMP, aku terbiasa bangun pagi. Entah untuk apa aku melakukan itu, tapi aku telah terbiasa menjalaninya. Tubuhku seprti mesin atau robot yang telah diseting sedemikian rupa sehingga sebelum azan subuh aku sudah terbangun. Bangun pagi banyak memberikanku keleluasaan. Aku bisa belajar atau sekadar mengecek isi dalam tas agar sesuai dengan jadwal. Sebelum melakukan itu, aku telah salat.

Sambil menunggu sarapan, aku biasa membantu adik perempuanku bersiap-siap sebelum kami berangkat ke sekolah. Aku bersepeda, sedangkan adikku diantar ayah.

Tapi, ini adalah hari yang berbeda. Sungguh lain. Seperti kutub utara dan selatan yang berjarak seratus delapan puluh derajat.

“Jangan lari, Sayang. Nanti jatuh.”

“Ya, Bu. Ibu liat buku matematikaku nggak?” tanyaku kepada ibu yang menaruh menaruh ayah ke piring yang telah berisi nasi putih yang hangat. Ia lalu menyodorkan susu saat mesuapkan pertama sarapan di pagi yang abnormal itu.

Orang yang ditanya itu hanya menggeleng lalu balas bertanya, “Emang kamu taruh dimana sebelumnya?”

Aku hanya menggeleng dengan putus asa sebab tak mengingat apa pun tentang buku pelajaran yang ditakuti  hampir seluruh pelajar di dunia ini, kukira.

*

Dengan seribu tanda tanya yang menyesaki kepala, aku menggowes sepeda selama sekitar seperempat jam sebelum sampai di sekolah. Aku sampai di parkiran yang telah penuh sesak sepeda. Tentu tak akan kau temui kendaraan bermotor di sekolahku. Semua orang di sekolah ini, termasuk guru dan karyawan, tak dipernankan membawa kendaraan bermotor ke lingkungan sekolah.

Roman kusutku belum juga beranjak dari wajahku. Dari rumah terbawa ke kelas, bahkan di tempat itu kekusutan itu semakin menjadi. Tentu saja, guru matematikaku begitu disiplin, bukan, cenderung galak. Siapa pun akan mudah mendapat hukuman karena kesalahan sekecil apapun. Mungkin ini yang disebut takdir, tak seorang pun kuasa menolak. Ini adalah kesempatanku untuk mengalami apa yang belum pernah dialami, teman satu kelas pernah mendapat hukuman yang bervariasi karena kesalahan yang bervariasi pula. Toh, aku akan mendapat hukuman karena kecerobohanku sendiri, bukan karena kesalahan orang lain. Aku bertekad untuk menerima semua ini. Karena pertama, aku tentu gugup. Begitu kata teman-temanku yang sering mendapat hukuman. Awalnya tentu gugup, tapi menjadi biasa pada hukuman keempat dan seterusnya.

Dari arah belakang, seorang memanggilku berkali-kali. Tapi, aku tak sedikitpun menbalas panggilannya. Bagaimana aku membalasnya, sedangkan aku tak sedikitpun mendengar.

“Pagi-pagi ngelamun apa?”

Aku ingin menjawab pertanyaannya, tapi lidahku masih kelu. Seperti tak tenaga untuk bicara. Entah kemana energi dari sarapan pagiku. Mungkin menguap sepanjang perjalanku dari rumah ke sekolah yang agak terburu-buru karena kehilangan banyak waktu untuk mencari buku matematikaku.

“Ini buku matematikamu.”

Aku membelalakan mata, antara kesal dan bahagia. Tapi, yang pertama keluar dari mulutku adalah kata-kata yang seharusnya tak keluar dari anak sekolah dan dididik dalam keluarga yang baik.

“Kamu mencontek PRku tanpa izin?”

 

Tentang Penulis: Ghina Sultan, saat ini tercatat sebagi pelajar kelas 9 SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto.

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas