• header milad
  • header pahl

SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO TELAH MEMBUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN AJARAN 2023/2024

Kontak Kami


SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO

NPSN : 20301881

Jl.Perintis Kemerdekaan NO.6 Purwokerto 53141


smpmuh1pwt@yahoo.com

TLP : (0281) 637782


          

Pencarian

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PBL oleh ARIE WIGATI, S.Pd




ARTIKEL ILMIAH

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MELALUI MEDIA E-LEARNING PADA MATERI ANALISIS STRUKTUR DAN KEBAHASAN TEKS PIDATO

KELAS IX SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO

 

 Disusun Oleh :

 

 ARIE WIGATI, S.PD

 

 

 A. PENDAHULUAN

      Media merupakan salah satu penunjang pembelajaran agar tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai dengan sempurna. Jika media pembelajaran yang disajikan menarik dan penuh kesan saat disajikan kepada peserta didik maka dapat dipastikan peserta didik akan tertarik dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang sedang dilaksanakan di dalam kelas. Kelemahan dalam menyajikan media pembelajaran yang kurang menarik merupakan suatu masalah pada kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat menyebabkan tingkat keberhasilan suatu tujuan pembelajaran tidak tercapai dengan maksimal. Penyajian media yang kurang menarik ini lah yang menjadi masalah guru di kelas 9 pada materi teks pidato persuasif, khususnya dalam menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dan teman sejawat Slamet Riyanto, S.Pd rendahnya kemampuan peserta didik dalam menelaah struktur dan ciri kebahasaan pada teks pidato persuasif adalah disebabkan oleh beberapa hal yaitu kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh peserta didik, minat belajar siswa yang rendah, guru belum menggunakan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, pembelajaran masih bersifat konvensional, dan guru tidak menggunakan model pembelajaran inovatif dalam kegiatan pembelajaran.

     Karena minat belajar siswa SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto yang rendah pada materi menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif, nilai rata-rata siswa adalah 75.  Untuk menumbuhkan minat belajar siswa pada materi tersebut guru harus melaksanakan pembelajaaran dengan model pembelajaran yang menarik dan inovatif. Kemudian pembelajaran juga semestinya menggunakan media e-learning karena dapat menumbuhkan minta belajar peserta didik. Kata “inovatif” mengandung arti pengenalan hal-hal yang baru atau penemuan. Oleh karena itu, pembelajaran inovatif dapat diartikan sebagai pembelajaran yang dirancang oleh guru yang sifatnya baru tidak seperti biasanya dilakukan dan bertujuan untuk memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka proses perubahan perilaku kearah yang lebih baik sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh siswa. Dalam pembelajaran inovatif diperlukan media yang menarik agar peserta didik dapat menumbuhkan minta belajar siswa agar tujuan pembelajaran tercapai sesuai yang diharapkan. Salah satu media pembelajaran yang menarik adalah media e-learning. E-Learning merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (Internet, LAN, WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitas serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya (Amri, 2013). E-Learning adalah sistem pembelajaran yang memanfaatkan media elektronik sebagai alat membantu kegiatan pembelajaran sebagian besar berasumsi bahwa elektronik yang dimaksud di sini lebih diarahkan pada penggunaan teknologi komputer dan internet (Daryanto, 2010). Jadi, E-Learning adalah pembelajaran yang memanfaatkan jaringan internet dan teknologi komputer untuk membantu kegiatan pembelajaran. Pemanfaatan e-learning memberikan banyak kemudahan, salah satunya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Menurut Pannen (dalam Setyawan Pujiono, 2008) beragam kemudahan disajikan dalam elearning untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia, diantaranya adalah (1) e-learning untuk peningkatan dan pengembangan. Beberapa manfaat dari e-learning diantaranya menurut Rohmah (2016) (1) dengan adanya e-learningmaka dapatmempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis (2) E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan materi, (3) Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajarsetiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didikdapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran, (4) Dengan e-learning proses pengembangan pengetahuan tidak hanya terjadidi dalam ruangan kelas saja, tetapi dengan bantuan peralatan komputer danjaringan, para siswa dapat secara aktif dilibatkan dalam proses belajar-mengajar.

     Selain media pembelajaran yang menarik, model pembelajaran inovatif juga perlu diterapkan dalam pembelajaran agar peserta didik dapat aktif, kreatif, kritis dan pembelajaran berpusat pada siswa dapat terwujud. Salah satu model pembelajaran inovatif yaitu model pembelajaran problem based learning (PBL). Problem-Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang dalam prosesnya peserta didik dihadapkan ke dalam suatu permasalahan nyata yang pernah dialami oleh peserta didik. Widiasworo (2018:149) berpendapat bahwa model pembelajaran berbasis masalah merupakan proses belajar mengajar yang menyuguhkan masalah kontekstual sehingga peserta didik terangsang untuk belajar. Masalah dihadapkan sebelum proses pembelajaran berlangsung sehingga dapat memicu peserta didik untuk meneliti, menguraikan dan mencari penyelesaian dari masalah tersebut.

     Model Problem-Based Learning (PBL) didukung oleh teori-teori belajar dan perkembangan. Teori yang menjadi landasan pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem-Based Learning (PBL) adalah Teori Perkembangan Piaget. Piaget memiliki pandangan bahwa perkembangan kognitif adalah hasil dari hubungan antara perkembangan otak, sistem saraf dan pengalaman untuk membantu individu beradaptasi dengan lingkungan. Menurut Piaget terdapat 4 periode utama dalam perkembangan kognitif anak. Pertama, periode sensorimotor yaitu tahap perkembangan kemampuan dan pemahaman persepsi; Kedua, periode praoperasional yaitu sebagai prosedur tindakan mental terhadap objek-objek tertentu; Ketiga, periode operasional konkret yaitu ciri perkembangan dasar dalam penggunaan logika yang memadai; Keempat, periode operasional formal yaitu sebagai perolehan kemapuan berpikir abstrak, menalar secara logis dan menarik kesimpulan dari informasi yang ada (Chotimah dan Fathurrohman, 2018:71-86).

     Problem-based learning merupakan proses pendekatan pembelajaran yang berkaitan dengan masalah dunia nyata sebagai konteks berpikir agar peserta didik memiliki keterampilan dan dapat berpikir kritis dalam memecahkan suatu permasalahan untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan konsep yang berhubungan dengan materi pelajaran yang dibahas (Lidinillah, 2018). Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran dengan proses pembelajarannya peserta didik dihadapkan pada suatu permasalahan dunia nyata dan dilakukan saat pembelajaran dimulai sebagai stimulus sehingga dapat memicu peserta didik untuk belajar dan bekerja keras dalam memecahkan suatu permasalahan. Model pembelajaran PBL dapat disimpulkan merupakan model pembelajan inovatif karena melatih peserta didik berpikir kritis, kreatif, dan aktif. Dengan model pembelajaran PBL peserta didik juga dapat berlatih memecahkan permasalahan yang ada dalam dunia nyata terkait dengan materi pembelajaran yang disajikan guru.

     Karakteristik dari model pembelajaran berbasis masalah diantaranya, pembelajaran berorintasi pada suatu masalah, peserta didik sebagai subjek dalam pembelajaran, menciptakan pembelajaran yang interdisiplin, pengkajian terintegrasi pada pengalaman dunia nyata, menghasilkan karya, memberi pengajaran pada peserta didik bahwa ilmu yang dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, peran pendidik sebagai fasilitator, masalah yang dikaji dapat meningkatkan keterampilan peserta didik, menghasilkan informasi baru dari pembelajaran mandiri. Problem-based learning bertujuan membantu peserta didik agar mampu dalam menghadapi situasi kehidupan nyata dan belajar berperan menjadi orang dewasa dalam penyelesaian masalah.

     Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal penulis di SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto dapat dianalisis bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning (pbl) melalui media e-learning pada materi analisis struktur dan kebahasan teks pidato kelas IX SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto memberikan banyak manfaat. Salah satu manfaat media elearning adalah membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Selain itu media pembelajaran e-learning dan model pembelajaran PBL juga dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Peserta didik dapat belajar dengan aktif , kreatif dan berpikir kritis memecahkan permasalahan di dunia nyata terkait materi analisis struktur dan kebahasan teks pidato persuaasif.   Dengan demikian berdasar latar belakang yang diuraikan, penulis tertarik untuk mendeskripsikan tulisan yang berjudul penerapan model pembelajaran problem based learning (pbl) melalui media e-learning pada materi analisis struktur dan kebahasan teks pidato kelas IX SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto.

 B. ISI

     Adapun aksi nyata saya sebagai seorang guru dalam mengatasi persoalan tersebut yakni dengan melakukan beberapa langkah seperti identifikasi masalah, mencari sumber literatur penyebab masalah, hingga penentuan akar penyebab masalah, lalu langkah kongkretnya adalah aksi nyata pembelajaran inovatif di kelas yang dilakukan sistematis dan komprehensif. Penyebab kurangnya kemampuan siswa dalam yakni salah satunya dari pihak saya sebagai guru yang belum memaksimalkan model dan media pembelajaran.

     Untuk meningkatkan minat belajar dan hasil belajar siswa pada materi menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif, saya menggunakan media pembelajaran e-learning. Salah satu bentuk penyajian suatu bahan belajar untuk siswa disajikan dalam format digital atau elektonik dengan pembelajaran yang dinamakan e-learning. Bahan ajar elektronik atau e-learning merupakan bahan ajar yang disajikan secara elektronik dari suatu bahan ajar untuk dapat dibaca dengan menggunakan perangkat elektronik dan software khusus (Alperi, 2020; Jaya, 2013; Rozak et al., 2020). E-learning mendorong terjadinya perpaduan antara teknologi cetak dengan teknologi komputer dalam kegiatan pembelajaran (Widodo, 2020). Bahan ajar digital merupakan bahan ajar yang disusun dengan menggunakan sistem elektronik atau komputer dengan fasilitas yang tersedia meliputi bahan ajar berbentuk electronic book (e-book) dengan format .pdf dan .doc, serta video simulasi dan turorial dengan atau tanpa menggunakan koneksi internet namun mampu mendukung proses pembelajaran (Agung et al., 2021; Mulyana, 2018; Widodo, 2023). Oleh karena itu, aplikasi video youtube dapat digunakan dalam menyajikan bahan ajar agar pembelajaran berlangsung efektif atau memudahkan siswa untuk belajar kapanpun dan di manapun saat dibutuhkan, dapat digunakan secara berkelompok atau individual, bersifat universal atau menjangkau seluruh ranah pembelajaran baik kognitif, psikomotor maupun afektif, dapat dilihat secara berulang-ulang untuk memperjelas sesuatu yang abstrak menjadi lebih realistis. Media yang saya gunakan pada saat aksi nyata 2 yaitu teks power point, barcode dan video youtube.

Selain media, tentunya saya sebagai guru perlu memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi pelajaran, karakteristik siswa, dan karakteristik sekolah. Dalam hal ini untuk mencapai tujuan pembelajaran siswa dalam materi menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif, maka guru menggunakan model pembelajaran PBL ( Problem Based Learning) yakni model pembelajaran yang berbasis masalah sebagai inti pembelajaran. Permasalahan yang dikaji merupakan permasalahan kontekstual yang ditemukan siswa dalam kehidupan. Model Problem Based Learning, dimulai dengan orientasi terhadap masalah dengan diberikan masalah nyata melalui video pidato persuasif, kemudian guru mengorganisasi siswa untuk belajar, siswa belajar mandiri bekerja sama dalam kelompok, mencoba memecahkannya dengan pengetahuan yang telah dimiliki, siswa menemukan informasi-informasi baru yang relevan sebagai solusi, siswa melakukan pertukaran pengetahuan dan diakhiri dengan asesmen. Asesmen yang guru laksanakan juga berbasis e-learning yaitu menggunakan aplikasi google form.

          Berdasarkan strategi yang telah disusun maka guru menggunakan pembelajaran model pembelajaran PBL dan media e-learning (Power Point, Video Youtube, Barcode, dan teks pidato persuasif dalam PPT) untuk  mencapai tujuan pembelajaran menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif. Berikut proses pembelajaran menggunakan sintak PBL:

  1. Kegiatan Pendahuluan

Guru melakukan apersepsi dan motivasi yang terdiri dari kegiatan  salam sapa kepada siswa, berdo’a bersama , mengabsen siswa, melakukan motivasi dan menyampaiakn manfaat pembelajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari,  dan menyampaikan skenario pembelajaran. Guru juga menyampaikan tujuan pembelajaran.

  1. Sintak 1 (Orientasi Peserta Didik pada Masalah)

Siswa bersama-sama mengamati video teks pidato persuasif sebagai stimulus. Siswa menganalisis permasalahan terkait struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif yang ada dalam video tersebut. Kemudian melalui guru menggali pengetahuan siswa  analisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif.

  1. Sintak 2 ( Mengorganisasi Siswa Untuk Belajar)

Guru membantu siswa membentuk kelompok. Pada Sintak 2, pada tahap ini guru dan peserta didik mengomunikasikan tahapan yang akan dilakukan untuk pemecahan masalah. Guru membagikan dan menjelaskan LKPD pada siswa untuk pemecahan masalah terkait analisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif. Melalui diskusi kelompok siswa menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif.

  1. Sintak 3 (Membimbing Penyelidikan Individu muapun kelompok)

Siswa bersama dengan anggota kelompoknya mulai berdiskusi menyelesaikan permasalahan menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif. Siswa mengerjakan LKPD yang disajikan guru berbasis e-learing dan TPACK yaitu menscan barcode yang di dalamnya terdapat teks pidato persuasif dan video pidato persuasif. Guru membimbing siswa dan memfalisitasi siswa dalam penyelidikan.

  1. Sintak 4 ( Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya)

Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok dan kelompok lain menanggapi kelompok yang sedang presentasi.

  1. Sintak 5 (Mengevaluasi proses pemecahan masalah)

Pada Sintak 5, pada tahap ini peserta didik menanggapi hasil presentasi dari kelompok lain mengenai analisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif terhadap hasil pemecahan masalah. Dan guru memberikan apresiasi terhadap hasil karya peserta didik.

  1. Guru melaksanakan evaluasi pembelajaran yaitu penilaian pengetahuan menggunakan aplikasi google form.
  2. Guru bersama dengan siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran pada hari ini terkait dengan analisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif yang sudah dilaksanakan. Guru memberikan penguatan kepada peserta didik terkait pembelajaran dan mengajak siswa untuk mengakhiri pembelajaran.

Selama proses pembelajaran guru melaksanakan penilaian sikap, penilaian pengetahuan dan penilaian evaluasi pengetahuan. Aspek penilaian pengetahuan meliputi: tanggung jawab, keaktifan siswa, erjasama dan percaya diri. Aspek yang dinilai dalam penilaian pengetauhan yaitu ketepatan siswa dalam menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif tentunya mengandung unsur  (Hight Order Thngking Skill (HOTS). Kemudian guru juga melaksanakan penilaian evaluasi melalui aplikasi google form berupa sola pilihan ganda.

Berdasarkan hasil proses pelaksanaan aksi yang telah dilakukan, diperoleh  hasil  yang  baik.  Berdasarkan  hal  tersebut  maka  dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inovatif dengan media e-learning berbasis TPACK melalui model pembelajaran PBL dalam  menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif sudah tepat dan efektif, secara rinci akan diuraikan sebagai berikut:

 

 A. Dampak Pada Siswa

  1. Melalui model pembelajaran Problem Based Learning dengan media e-learning berbasis TPACK, peserta didik lebih aktif dan antusias dalam menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif. Peserta didik berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan permasalahan terkait menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif. Hal tersebut terbukti dengan hasil LKPD peserta didik sudah baik sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  2. Dengan metode diskusi kelompok siswa menjadi lebih percaya diri, aktif dan kreatif dan berpikir kritis menyelesaikan tugas pada LKPD.

 B. Respon Peserta didik

      Respon peserta didik dalam kegiatan pembelajaran menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif sangat senang. Hal tersebut terbuki dari hasil refleksi yang dilakukan peserta didik dan guru pada akhir kegiatan pembelajaran. Pada kegiatan refleksi peserta didik menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran sangat menyenangkan karena mereka dapat aktif, berpikir kritis dan kreatif  dalam menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif

     Setelah dilakukan inovasi pembelajaran minat belajar dan hasil belajar siswa menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif meningkat, siswa aktif belajar, lebih bertanggung jawab dengan tugasnya, pembelajaran lebih menyenangkan, pemahaman siswa menulis teks pidato persuasif meningkat, tujuan pembelajaran berhasil dan tercapai. Nilai rata-rata siswa dalam menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif pun meningkat yaitu yang tadinya 75 meningat menjadi 90.

C. KESIMPULAN

 

Setelah dilakukan inovasi pembelajaran dengan media pembelajaran e-learning dan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran berhasil, tujuan pembelajaran tercapai, dan terjadi peningkatan nilai, baik perubahan nilai sikap seperti siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam belajar, tertantang untuk melakukan hal baru, siswa lebih berani berpendapat dengan penuh percaya diri. Adapun peningkatan nilai pengetahuan diukur dari peningkatan nilai pengetahuan yakni dari rata-rata 75 menjadi 90, serta keterampilan siswa dalam menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato persuasif pun meningkat. Keberhasilan ini menjadi strategi guru untuk melakukan tindak lanjut ke depan. Guru harus berinovasi menggunakan model pembelajaran inovatif dan menggunakan media berbasis e-learning. Adapun jika masih terdapat kekurangan akan menjadi perbaikan di masa mendatang.

 

D. DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Ardianti, Resti. Dkk. 2021. Problem-based Learning: Apa dan Bagaimana?. Pendidikan Fisika, Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya, Indonesia.

https://jurnal.unsil.ac.id/index.php/Diffraction/article/view/4416/2049 (diakses pada Selasa, 28 November 2023)

  1. Hartanto, Wiwin. 2016. Penggunaan E-Learning Sebagai Media Pembelajaran.

https://jurnal.unej.ac.id/index.php/jpe/article/view/3438 (diakses pada Selasa, 28 November 2023)

  1. Lutfiana, Linda Ayu. 2016. PENGEMBANGAN KONTEN MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING BERBASIS LEARNBOOST PADA MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN DASAR DI SMK NEGERI 3 JOMBANG. Pendidikan Teknologi informasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya.

https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/it-edu/article/download/16695/15164/ (diakses pada Selasa, 28 November 2023)

  1. Nuryadin, Ade. 2023. Pemanfaatan Struktur dan Aspek Kebahasaan Teks Pidato Tokoh-Tokoh Nasional Sebagai Bahan Ajar Digital.

https://anufa-ikaprobsi.org/index.php/anufa/article/download/22/13 (diakses pada Selasa, 28 November 2023)

  1. Ratnawati, Ni Kd Mega, dkk. 2019. PEMANFAATAN E-LEARNING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA. Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia.

https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPBS/article/download/20300/12749/31269  (diakses pada Selasa, 28 November 2023)

 

 

 

 

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :

Pengirim : Bayu Santosa -  [bhyu_@yahoo.co.id]  Tanggal : 06/12/2023
Alhamdulillah keren Bu Arie semoga bisa menginspirasi teman-teman. Semangat terus Bu Arie

Pengirim : maisyaroh -  [maisyarohistiqomah@gmail.com]  Tanggal : 05/12/2023
sukses dan semangat terus bu ari, semoga dengan materi yang disampaikan bisa membangun semangat belajar anak-anak smp MuOne

Pengirim : SRI RAHAYUNINGSIH -  [srahayuningsih@gmail.com]  Tanggal : 05/12/2023
Dalam kurikukum merdeka model2 pembelajran untuk murid di butuhkan demi tersampaikannya pelajaran yang mudah di oahaminoleh murid. Keren ayoo kembangkan terus midel2 yang lain

Pengirim : Nadia Listianingrum -  [nadia@guru.smp.belajar.id]  Tanggal : 05/12/2023
kegiatainovasi pembelajaran dengan media pembelajaran e-learning dan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) yang dilakukan sangat menginspirasi rekan sejawat dan menarik untuk dikembangkan.

Pengirim : novi -  [novi.pwj@gmail.com]  Tanggal : 05/12/2023
Keren, semoga saya bisa ikut menerapkan pembelajaran tersebut di kelas

Pengirim : TRI WULANDARI -  [tewe.oke@gmail.com]  Tanggal : 05/12/2023
Sangat menginspirasi artikelnya.
Semoga bermanfaat bagi para bapak ibu guru yang lain


   Kembali ke Atas