• header milad
  • header pahl

SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO TELAH MEMBUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN AJARAN 2023/2024

Kontak Kami


SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO

NPSN : 20301881

Jl.Perintis Kemerdekaan NO.6 Purwokerto 53141


smpmuh1pwt@yahoo.com

TLP : (0281) 637782


          

Pencarian

GENERASI ANTI GAMON




            Susah melupakan mantan? Sulit bergaul dengan teman dan lingkungan baru? Nggak nafsu makan kalo keinget kenangan lama? Itu tandanya kamu Gagal Move-On alias Gamon, gaes.. Pikiran dan hatimu masih tertaut terus kepada sesuatu yang sifatnya duniawi.

             Tidak melulu dikaitkan dengan mantan ya, gaes. Bisa jadi kamu gagal move-on kepada suatu barang, atau suatu kenangan. Kucing kesayangan yang telah pergi, belum terasa ikhlas hati ini merelakannya. Sandal jepit favorit yang enak banget dipakai, terpaksa harus pension dini karena rusak. Smart phone yang begitu banyak menyimpan foto/video ternyata tiba-tiba hilang entah diambil oleh maling mana.

            Begitulah kehidupan dunia, wahai teman-teman. Silih berganti singgah dan pergi. Seperti roda motor yang berputar, kadang lubang pengisi angin ada kalanya di atas, ada kalanya ada di posisi bawah. Hidup kita juga demikian, gaes.

            Kok nggak ada hidup yang flat, yang begitu-begitu saja, yang monoton ya? Ya memang begitulah kehidupan dunia, gaes. Sudah ada Yang Maha Mengatur hidup kita, takdir apa yang akan terjadi untuk kita tidak ada yang tertukar. Telah kering pena diangkat (Qalam). Pena untuk menulis takdir manusia sudah selesai tugasnya. Sudah tercatat semua takdir kita, gaes. Kitab catatan takdir kita sudah duduk manis terletak di Lauhul Mahfudz.

 ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ

(Allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu 'amalā, wa huwal-'azīzul-gafụr)

Artinya: Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,

(https://tafsirweb.com)

 

               Bagaimana sebaiknya kita menyikapi takdir yang telah berlalu? Bagaimana kita seharusnya menyongsong takdir yang akan dating? Ada tips menarik nih, gaes. Tips dari salah satu shahabat utama Rasululloh SAW. Yaitu Umar bin Khattab radiyallahu’anhuma.

              “Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku, tidak akan pernah menjadi takdirku. Dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku.” (Umar bin Khattab)

Relate nggak tuh, gaes? Buat apa pusing-pusing mikirin yang bukan jatah rizki kita. Lihat orang lain punya barang mewah, kita tidak usah iri. Tengok lah ke belakangmu, banyak anugerah barang yang kita miliki. Kita bisa berusaha mendapatkan barang seperti punya orang lain, tapi kalau memang takdirnya kita tidak mendapatkannya ya sudah, jangan iri, jangan kecewa. Barangkali kita dititipi hal yang lebih berharga dari barang mewah impian kita itu. Barangkali kita diberi kesehatan sekeluarga, kita tidak diuji dengan hal berat lainnya, dan lain-lain. Banyak hal yang bisa kita syukuri tanpa habis-habisnya.

             Lagi sayang-sayangnya tiba-tiba diputusin, lalu jadi gamon? Bacalah tips jitu dari Umar bin Khattab itu, gaes. Sadari dalam hati, bahwa dia mungkin bukan yang terbaik untukmu. Atau Alloh ingin kamu mengoptimalkan potensi diri di bidang lain, agar hidupmu lebih bermanfaat di masa depan daripada cuma kerjanya pacarana terus. Mungkin juga dengan berkembangnya talentamu, suatu hari nanti kamu akan menemukan jodoh terbaik yang sudah Alloh siapkan di waktu yang tepat kelak.

              Demikian pula dengan masa depan kita, gaes. Umar bin Khattab berpesan agar tidak terlalu mengkhawatirkan urusan dunia kita. Cintaku dibalas atau bertepuk sebelah tangan ya? Milenial sekarang susah punya rumah sendiri, besok masa depanku gimana ya? Bagus sih memang merencanakan dunia masa depan kita, tapi sewajarnya saja. Tidak usah berlebihan merisaukannya. Risaulah dengan urusan yang lebih penting, yaitu urusan akhirat. Sikap kita sudah baik belum, shalat kita masing bolong-bolong tidak, infaq kita sudah ikhlas dan rutin belum, dan lain-lain. Tabungan amal kita sudah banyak apa belum untuk kita bawa sebagai teman sejati menghadapi pintu kematian Namanya rizki sudah ada Yang Maha Mengatur, nggak mungkin ketuker. Tugas kita ikhtiar jadi orang baik. Rendah hati dan selalu memperbaiki diri setiap hari.

Sekali lagi, ingatlah pesan Umar bin Khattab itu ya, gaes. Jangan sedih, jangan gagal move-on. Jalan takdir hidup kita sudah tercatat, tinggal kita melakukan yang terbaik di waktu sekarang ini. Jadikan masa lalu cukup sebagai pelajaran saja, berusahalah yang terbaik di hari ini, berdo’alah untuk kebaikan kita di masa yang akan datang. Kebaikan dunia dan akhirat. Yuk, jadi generasi Anti Gamon!

(HRF)




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas