• gambar
  • gambar

SELAMAT DATANG DI WEBSITE SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO---SEKOLAH BERWAWASAN INFORMASI, TEKNOLOGI, DAN SENI---TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Kontak Kami


SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO

NPSN : 20301881

Jl.Perintis Kemerdekaan NO.6 Purwokerto 53141


smpmuh1pwt@yahoo.com

TLP : (0281) 637782


          

Prestasi Siswa

Login member

Username:
Password :

Status Member

Belajar dan Berwisata ke Tiga Negara




            Era teknologi modern dengan pandangan dunia yang berwawasan global, batas-batas geografis antarwilayah bahkan antarnegara seakan lebur. Manusia bisa menjangkau semua tempat dengan mudah. Dengan kemudahan itu, ruang lingkup dan ekosistem belajar pun semakin terbentang tanpa batas, bukan lagi lingkungan sekolah, lingkungan bermain, dan keluarga. Itulah yang seromongan pelajar SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto, laksanakan baru-baru ini. Mereka melintasi batas negara dan kebudayaan, yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand. Sebuah keniscaayaan dalam menerapkan semangat multikulturalisme dalam pendidikan yang mereka yakini.

Perjalanan mereka dimulai dengan perjalanan darat dari Purwokerto menuju Yogyakarta. Sesampainya di Yogyakarta, mereka bergabung dengan rombongan dari Cilacap sebelum terbang menuju Singapura. Di Changi Airport, mereka disambut tour guide.

Bus mereka berhenti di salah satu restaurant halal di Singapura. Seusai bersantap siang, rombongan bergerak ke Bugis Street. Bugis Street sendiri salah satu pusat perbelanjan yang berada di Singapura. Mereka berburu cinderamata khas Singapura untuk orang-orang tersayang.

Puas berbelanja, rombongan menyambangi landmark Singapura, Merlion. Mereka mengabadikon momen dengan patung berkepala singa dan berbadan ikan dengan berswafoto. Patung asli Merlion berdiri di mulut sungai Singapura, sementara sebuah replika yang lebih tinggi dapat ditemukan di Pulau Sentosa. Merlion yang terletaak di One Fullerton adalah maskot yang konon mempersonafikasi nasional Singapura.

Setelah Merlion, mereka mengunjungi Gardens By The Bay. Sebuah taman alam yang membentang seluas 101 hektar dari tanah reklamasi di wilayah tengah Singapura. Tempat itu tepat bersebelahan dengan Marina Reservoir. Taman ini terdiri dari tiga taman tepi laut, yang terbesar Bay South Garden, Bay East Garden dan Bay Central Garden.

Sebelum memungkasi agenda di Pulau Santosa, mereka singgah di Masjid Sultan, Kampung Glam. Masjid yang konon memiliki nilai sejarah sebagai masjid pertama yang dibangun di Singapura. Di Pulau Sentosa, mereka disuguhi pertunjukan Wings of the Time.

*

Saat menyeberang ke Melaka, Malaysia, mereka disambut agenda padat. Melaka terletak di pantai barat daya Semenanjung Malaya. Melaka River Cruise adalah tempat kunjungan berikut. Dari sungai itu pengunjung bisa menikmati betapa indahnya kota Melaka. Mereka dapat belajar bahwa sungai yang bersih menunjukkan peradaban manusianya sekaligus dapat menjadi pusat rekreasi yang menarik. Tentu saja mereka dapat membandingkannya dengan sungai-sungai kumuh yang melintasi kota-kota di Indonesia.

 Dari Melaka River Cruise, mereka ke Medan Samudra.  Medan Samudra adalah sebuah bangkai kapal tua. Banyak spot menarik untuk berswafoto. Waktu berjalan begitu cepat saat mereka menyadari datang waktu makan siang.

Masjid Terapung menjadi kunjungan berikutnya. Desain Masjid Terapung sangat menarik. Bangunan masjid seakan mengapung di atas air. Bangunan itu ditopang bangunan yang tertutup air. Keunikan itu kiranya yang mengundang banyak turis asing berkunjung. Mereka pula sempat merasakan kesegaran mata air Sumur Hang Tuah.

Di malaysia, mereka sempat  mengujungi dua sekolah menengah, Padang Temu di Melaka dan DARY di Perak. Di sana, mereka disambut hidangkan khas Malaysia yang dibuat murid-murid sekolah Padang Temu. Selain itu, mereka pula disuguhi persembahkan tarian dan nyanyian asal Malaysia.

Mereka sendiri berkesempatan mempertunjukkan tarian dan nyanyian yang bertajuk dolanan yang berasal dari  tanah Jawa. Selain itu, salah seorang dari rombongan, Rezita Anjani,  mempersembahkan sebuah lagu Indonesia Jaya.

Di tempat yang sama, mereka belajar membuat es krim tanpa freezer.

Kuala Lumpur adalah tujuan kunjungan yang paling ditunggu rombongan. Mereka menginap di hotel yang berada di daerah Bukit Bintang. Meskipun baru sampai  di Kuala Lumpur pada malam hari, mereka sempat berbelanja. Bagian menarik di tempat ini adalah menikmati makan ala-ala street food.

Udara pagi itu sangatlah sejuk, cukup merontokkan lelah yang mendera serombongan sepanjang perjalanan karena agenda yang padat. Rombongan mereka bergerak menuju Menara Petronas. Mereka juga menyempatkan berbelanja cokelat sebelum mengunjungi Istana Kerajaan Sultan. Hari kedua di Malaysia, mereka mengunjungi Tourism Malaysia Putrajaya.

*

            Perjalanan menuju Thailand mereka tempuh melalui jalan darat dengan bus. Perjalanan Mereka dipandu tour guide. Tempat pertama persinggahan pertama di Thailand adalah Chalee D’hatyai Restaurant di daerah Hat Yai untuk bersantap malam.

Hari berikutnya, setelah makan pagi di sebuah restaurant, mereka pergi menuju ke beberapa toko oleh-oleh di Hat Yai. Kunjungan berikutnya adalah Big Bee Farm, sebuah toko yang menjual produk yang dihasilkan dari lebah. Selain disuguhi madu asli produksi mereka, mereka juga berkesempatan mendapat informasi untuk membedakan madu asli dan madu palsu. Selain konsumsi, madu di sana juga diolahan menjadi kosmetik.

Prince of Songkla University adalah universitas pertama di Hat Yai. Tempat yang mereka kunjungi itu didirikan pada tahun 1967. Di depan bangunan itu terdapat patung yang berada di depan President’s Office Building.

Berikutnya Amphoe Hat Yai-Kho Hong. Salah satu Vihara di Hat Yai ini terletak di sebuah bukit di Hat Yai. Di dalam Vihara ada banyak patung kepercayaan umat agama Budha. Di sana,  ada banyak orang yang sedang beribadah. Menurut kepercayaan setempat, jika permintaan atau doa mereka terkabulkan, mereka akan membunyikan lonceng dan menyalakan petasan di Vihara itu.

Ada yang menarik di Hat Yai, mereka menemukan bangunan masjid yang sangat indah. Masjid ini adalah masjid pusat di Hat Yai. Di depan masjid itu terdapat kolam yang sangat luas.

Mengakhiri kunjungan di Thailand, rombongan bergerak ke Klong Hae Floating Market. Sebuah pasar tepi sungai yang menjual makanan, minuman dan suvenir khas Thailand. Para pedagang dan dagangannya berada dari atas perahu. Konon, tempat ini akan makin ramai oleh wisatawan jika sore hari.

Mereka kini telah pulang membawa pengetahuan dan pengalaman baru. Mereka telah pula belajar banyak hal tentang apa yang mulanya dipandang jauh dan berbeda menjadi dekat dan beragam. Semoga ruh multukultural makin mengakar di hati mereka, anak-anak bangsa.

 

Annisa Aulia pelajar aktif di SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :

Pengirim : diah -  [diah.pawit@yahoo.co.id]  Tanggal : 21/10/2019
mantap..jadi pingin kesana


   Kembali ke Atas