Berita
Aug 19, 2026

TUJUH CIRI ANAK DAMBAAN ORANGTUA

Redaksi MuOne-2026-1

 Jika kita hari ini memiliki prestasi atau meraih kesuksesan, bukan berarti karena hebatnya usaha kita, melainkan berkat air mata dan doa ikhlas yang mengalir dari sujud malam ibu dan bapak kita. Agama memberikan tuntunan agar anak senantisa basahi bibir dengan doa setiap kali selesai salat

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

 “Ya Rabb kami, berilah ampunan kepada saya dan kedua ibu bapakku, dan orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari Kiamat).”  (QS. Ibrahim : 41).

Adapun kesalehan seorang anak dapat dilihat dari agamanya, akhlaknya, dan bakti kepada orangtua.  

إِذَا مَاتَ ابنُ آدم انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Apabila seorang manusia meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga, yakni sedekah jariyah, atau ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak saleh yang mendoakannya”. (HR Muslim)​ 

Hadits tersebut memberi kita petunjuk kepada setiap untuk untuk menjadi seorang hamba Allah yang saleh. Bagi orang tua, mendidik anak untuk mencapai kesalehan adalah investasi yang utama. Berikut adalah uraian mengenai ciri anak saleh.

1.    Berbakti & Berlemah Lembut Kepada Orangtua

وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua” [QS. Al-Isra: 23]  

 

Seorang yang saleh  akan bertutut kata yang lembut kepada orang tua, melaksanakan ketika disuruh untuk melakukan suatu kebaikan, serta selalu mendoakan.

Doa yang menjadi tuntunan adalah  

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا  

Ya Allah sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku waktu kecil” [QS. Al-Isra: 24]

 

2.       Mendirikan salat

 

Salat adalah ibadah maghdah yang sangat penting bagi seorang muslim. Ia merupakan ibadah yang pertama kali diwajibkan oleh Allah swt melalui perintah yang diterima langsung Nabi Muhammad saw. Demikian juga, salat adalah ibadah yang pertama kali dihisab pada hari kiamat. Dijelaskan dalam sebuah hadits “Yang mula-mula dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya dan jika shalatnya rusak, maka rusaklah seluruh amalnya “.

Secara fungsi, salat mencegah perbuatan keji dan mungkar sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Ankabut: 45.

Ibadah salat seharusnya dilaksanakan secara konsisten, karena salat juga sebagai tiang agama serta merupakan benteng utama keimanan seseorang mukmin agar tidak tegelintir dalam kesetan. Sebagaimana doa yang pernah dipanjatkan oleh nabi Ibrahim as berikut

 

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي  

“Ya Rabb jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang mendirikan shalat” [QS. Ibrahim: 40]  

 

3.       Berakhlak mulia

Dalam Islam, akhlak terpuji/mulia didasarkan pada perintah Allah swt dan dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad saw. Suatu tindakan baru bisa disebut sebagai akhlak jika perbuatan tersebut dilakukan secara berulang-ulang hingga menjadi karakter atau kebiasaan yang mudah dilakukan. 

Akhlak terpuji sangat luas cakupannya, dan secara garis besar dibagi menjadi tiga bentuk hubungan utama:

a.       Kepada Allah SWT: Ikhlas beribadah, tawakal, bersyukur, dan sabar dalam menghadapi cobaan.

b.       Kepada Sesama Manusia: Jujur (sidq), amanah, menepati janji, pemaaf, dan adil.

c.       Kepada Diri Sendiri: Rendah hati (tawadhu'), menjaga kehormatan, dan disiplin.

 

4.       Gemar menuntut ilmu

Menuntut ilmu adalah suatu kemuliaan yang sangat besar dan menempati kedudukan tinggi yang yang tidak sebanding dengan amal apapun. Laki-laki dan perempuan diwajibkan menuntut ilmu, karena dengan ilmu yang dipelajari, mereka akan dapat mengerjakan amal-amal saleh, yang dengan itu mengantarkan mereka ke derajat yang tinggi serta dimudahkan jalan menuju ke surga  

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ  

Allah akan meninggikan orang beriman dan orang berilmu beberapa derajat” [QS. Al-Mujadalah: 11]  

Dengan demikian, anak yang saleh, membanggakan orang tua lewat prestasi serta rajin dalam menuntut ilmu serta rajin untuk mempelajari kalam Allah dan mengajarkannya.

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya."

5.       Menjaga Aurat & Pergaulan

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ  

Katakan pada mukminin laki-laki agar menjaga pandangan” [QS. An-Nur: 30]  

Menurut tersebut secara umum,umat Islam diperintahkan untuk menundukkan atau memalingkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan, termasuk aurat lawan jenis, untuk mencegah timbulnya syahwat dan fitnah.

6.       Ringan Tangan & Suka Membantu

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ  

Tolong menolonglah dalam kebaikan” [QS. Al-Maidah: 2]  

Anak Sholeh dan sholehah dan umat Islam pada umumnya diperintahkan untuk saling membantu dalam segala bentuk perbuatan yang diridloi Allah SWT dan bernilai ibadah (seperti shalat, zakat, dan shadaqah), serta membatu orang lain termasuk didalamnya suka membantu kedua orang tuanya

 

7.       Mendoakan Orangtua

 

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ  

Kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya” [QS. Al-Ahqaf: 15]

اللَّهُمَّ اغْفِرْلِي ولوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَا نِي صَغِيْرًا

“Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya sebagaimana mereka mengasihi aku sejak kecil “. 

 

Pesan penting dari uraian tersebut adalah ridha Allah mengikuti ridha orang tua. Demikian juga sebaliknya

رِضَا اللَّهِ فِي رِضَا الْوَالِدِ وَسَخَطُ اللَّهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ  

Ridha Allah ada pada ridha orangtua” HR. Tirmidzi 1899.

Dan, bagi orang tua, bekali diri dengan dalil ini  

قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا  

Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” [QS. At-Tahrim: 6]  

 

 

Mendidik anak menjadi anak yang saleh adalah sedekah jariyah yang pahalanya mengair sampai kiamat.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِينَ حَافِظِينَ لِلْقُرْآنِ  

Ya Allah jadikan anak-anak kami anak yang sholeh, penghafal Qur’an.


Penulis: Ustadz Badelul Rifa'i

Editor: Mufti Wibowo

Tags
  • Artikel
  • eduact